Menerapkan Dampak Bisnis Nyata dengan AI di Penang

Pada tanggal 28 April 2026, 9 Dots Consulting turut menyelenggarakan Mempercepat Transformasi di GBS dan Manufaktur acara di Penang, bekerja sama dengan PSDC dan Microsoft. Acara ini mempertemukan para pemimpin industri, pakar teknologi, dan pengambil keputusan bisnis untuk mengeksplorasi bagaimana kecerdasan buatan bertransisi dari sekadar sensasi menjadi aplikasi bisnis yang nyata dan dapat diskalakan.

Seiring organisasi di sektor GBS (Global Business Services) dan manufaktur menghadapi tekanan yang meningkat untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan mempercepat pengambilan keputusan, AI muncul sebagai pendukung utama transformasi.

 

Dari Potensi AI Menjadi Kenyataan Bisnis

Tema sentral sepanjang acara sudah jelas:
AI bukan lagi kemampuan masa depan—ini adalah kebutuhan bisnis saat ini.

Meskipun banyak organisasi telah berinvestasi dalam alat AI, tantangan sebenarnya terletak pada adopsi dan pelaksanaan. Diskusi menyoroti bahwa kesenjangannya bukan pada ketersediaan teknologi, melainkan pada seberapa efektif AI diintegrasikan ke dalam alur kerja harian dan diselaraskan dengan tujuan bisnis.

Organisasi yang sukses adalah organisasi yang melampaui eksperimentasi dan berfokus pada pencapaian hasil yang terukur—baik dalam hal produktivitas, efisiensi operasional, maupun pengalaman pelanggan.

 

Tren Utama yang Membentuk GBS dan Manufaktur

  1. Adopsi AI Tetap Menjadi Hambatan Terbesar

Meskipun akses alat AI sudah meluas, banyak organisasi masih menghadapi tingkat adopsi yang rendah. Tantangan utamanya adalah mendorong perubahan perilaku dan memastikan karyawan secara aktif menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari mereka.

  1. Kebangkitan Alur Kerja Berbasis AI

Bisnis semakin mengintegrasikan AI ke dalam proses inti—mulai dari keuangan dan SDM hingga rantai pasokan dan operasional. AI digunakan untuk mengotomatiskan tugas-tugas yang berulang, menghasilkan wawasan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat.

  1. Munculnya Agen AI

Salah satu pergeseran yang paling signifikan adalah munculnya Agen AI—sistem cerdas yang mampu menjalankan tugas, mendukung alur kerja, dan menambah pengambilan keputusan manusia. Agen-agen ini mewakili fase selanjutnya dari otomatisasi perusahaan.

  1. Pentingnya Dasar yang Kuat

Adopsi AI yang sukses membutuhkan lebih dari sekadar alat. Organisasi harus berinvestasi dalam kesiapan data, integrasi sistem (ERP dan CRM), tata kelola, dan kapabilitas tenaga kerja.

  1. Kolaborasi Manusia + AI sebagai Norma Baru

Masa depan pekerjaan bukanlah AI menggantikan manusia, melainkan manusia bekerja bersama AI. Karyawan semakin diharapkan untuk mengelola dan berkolaborasi dengan sistem AI, mengalihkan fokus mereka ke aktivitas bernilai lebih tinggi.

 

Dari Strategi ke Eksekusi: Peran 9 Titik

Sebagai salah satu penyelenggara dan kontributor utama acara tersebut, 9 Dots Consulting membagikan wawasan praktis tentang bagaimana organisasi dapat menjembatani kesenjangan antara ambisi AI dan implementasi nyata.

Fokus utama adalah menyematkan AI langsung ke dalam sistem dan alur kerja bisnis—terutama di lingkungan ERP dan CRM. 9 Dots juga memperkenalkan Agen AI, dirancang untuk mengotomatiskan proses, meningkatkan pengambilan keputusan, dan memungkinkan operasi yang terukur dan cerdas.

Dengan berfokus pada kasus penggunaan nyata dan hasil bisnis, 9 Dots mendukung organisasi dalam bergerak melampaui inisiatif percontohan menuju adopsi AI skala perusahaan.

 

Narasumber & Panelis

Acara tersebut menampilkan jajaran pemimpin dan praktisi industri yang beragam di bidang AI, teknologi, dan transformasi bisnis:

Pembicara

  • Glen Brownlie, Wakil Ketua, Dewan Manajemen PSDC
  • Datin Lim Bee Wah, Pemimpin Solusi Bisnis AI ASEAN, Microsoft Malaysia
  • Dr Hari Narayanan, CEO, PSDC
  • Ken Ng, Wakil Presiden Regional Teknologi, 9 Dots Consulting
  • Raymond Tan, VP, Transformasi & Adopsi, Enfrasys
  • Hoong Fei Lee, Direktur IT, Advanced Micro Devices (AMD)
  • Sin Yong Cheong, Manajer Keunggulan Operasional, Toll Global Forwarding
  • Jay Ooi, Manajer Senior R&D, Keysight Technologies

Diskusi Panel – Mewujudkan AI untuk Industri

  • Noorazidi Che Azib, Wakil Presiden, Inari Technology Sdn Bhd
  • Ewe Kok Howg, Direktur Rekayasa Perangkat Lunak, Intel Microelectronics Sdn Bhd
  • Amir Ismail, Partner Solution Sales Manager, Microsoft Malaysia
  • Sathia Suppiah, Direktur Rekayasa Solusi Pengujian, Micron Technology
  • Ching Foong Lee, Kepala IT, Knowles Electronics

Diskusi Panel – Pengembangan Perangkat Lunak yang Berbasis AI

  • Dr Kenny Puah, Pelatih dan Konsultan Utama AI, PSDC
  • Andrew Lim Hon Mun, Direktur TI, Intel
  • Sim Teong Sin, Manajer Senior Rekayasa Perangkat Lunak, Motorola Solutions
  • Daryl Lee, Insinyur TI MTS, Advanced Micro Devices
  • Heng Kar Lau, Master dan Konsultan AI, PSDC

Melihat ke Depan

Acara tersebut menggarisbawahi pesan penting bagi organisasi di GBS dan manufaktur:
Transformasi AI bukan lagi pilihan—ini penting untuk tetap kompetitif.

Seiring berkembangnya AI, fokus harus bergeser ke arah eksekusi—menanamkan AI ke dalam alur kerja sehari-hari, memberdayakan karyawan, dan memberikan nilai bisnis yang terukur.

Di 9 Dots Consulting, kami tetap berkomitmen untuk membantu organisasi membuka potensi penuh AI melalui solusi yang praktis, terukur, dan didorong oleh bisnis.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian